Tompi Mundur dari WAMI karena Kecewa Kinerja Soal Royalti

Tompi Mundur dari WAMI karena Kecewa Kinerja Soal Royalti

Dalat Wine  Penyanyi dan dokter bedah, Teuku Adifitrian atau yang dikenal sebagai Tompi, memutuskan untuk keluar dari keanggotaan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Wahana Musik Indonesia (WAMI). Keputusan ini ia ambil sebagai bentuk protes terhadap kinerja LMK yang menurutnya tidak transparan dalam hal pengumpulan dan distribusi royalti.

“Baca Juga: Sandy Walsh Perkuat Buriram United, Mulai Babak Baru di Liga Thailand”

Tompi mengumumkan langsung keputusannya melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengungkapkan rasa kecewa terhadap sistem yang selama ini dijalankan LMK, terutama dalam hal perhitungan royalti dari berbagai panggung pertunjukan.

Pernah Diskusi Serius dengan Glenn Fredly Soal Royalti LMK

Tompi menyampaikan bahwa ia pernah berdiskusi dengan mendiang Glenn Fredly mengenai kinerja LMK dalam mengelola royalti. Dalam unggahannya, ia menyebut bahwa pertanyaan-pertanyaan terkait sistem pembagian royalti tidak pernah mendapatkan jawaban yang masuk akal.

“Dulu ama Glenn saya beberapa kali diskusi tentang LMK ngutip dan ngebagi royalti dari konser. Belum pernah puas dan jelas dengan jawaban dari semua yang pernah saya tanyai. Emang ngitungannya gimana? Ngebaginya atas dasar apa?” tulis Tompi di Instagram. Pernyataan ini menunjukkan bahwa keresahan Tompi terhadap sistem royalti bukan hal baru, melainkan akumulasi dari ketidakpuasan yang sudah berlangsung lama.

Tompi Anggap Penjelasan WAMI Tidak Masuk Akal

Kekecewaan Tompi semakin memuncak ketika ia merasa penjelasan dari pihak WAMI tidak mampu menjawab logika sehat. Menurutnya, penjelasan yang diberikan tidak memberikan kejelasan tentang sistem yang digunakan untuk membagi royalti secara adil dan transparan.

“Jawaban yang enggak masuk akal sehat saya dan semakin ke sini kok semakin kisruh aja,” tulis Tompi. Ia juga mengungkap bahwa per 19 Agustus 2025, dirinya telah meminta manajernya untuk secara resmi menarik keanggotaan dari WAMI.

Izinkan Lagu-Lagunya Dibawakan Tanpa Kutipan Royalti

Sebagai bentuk kekecewaan lebih lanjut, Tompi secara terbuka mengizinkan siapa saja untuk menyanyikan lagu-lagunya di berbagai panggung pertunjukan. Ia menyatakan tidak akan mengutip royalti apa pun hingga ada pengumuman resmi darinya. “Silakan yang mau menyanyikan lagu-lagu saya di semua panggung pertunjukan, konser, kafe—mainkan. Saya enggak akan ngutip apa pun sampai pengumuman selanjutnya,” tegasnya. Langkah ini menyoroti betapa seriusnya Tompi dalam menanggapi ketidakjelasan yang ia rasakan terhadap sistem royalti di Indonesia.

“Baca Juga: Royalti Lagu 2% di Acara Pernikahan Dinilai Menyimpang”

Desakan Transparansi dalam Industri Musik Kembali Menguat

Langkah Tompi menarik perhatian pelaku industri musik lainnya untuk kembali menyoroti transparansi dan akuntabilitas LMK di Indonesia. Kasus ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, sejumlah musisi juga pernah menyampaikan keluhan serupa soal pengelolaan royalti yang tidak jelas.

Menurut data dari Kementerian Hukum dan HAM RI, ada lebih dari 10 LMK aktif yang beroperasi di Indonesia, namun masih banyak musisi merasa belum merasakan manfaat maksimal dari sistem tersebut. Peristiwa ini menambah urgensi perlunya pembaruan sistem distribusi royalti secara lebih transparan dan adil bagi seluruh pelaku industri musik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *