Dalat Wine – Studio game asal Prancis, Spiders, menghadapi ancaman penutupan setelah 18 tahun berkarya di industri game. Studio ini dikenal lewat sejumlah judul RPG seperti GreedFall dan Steelrising yang memiliki basis penggemar tersendiri. Namun, krisis yang terjadi bukan disebabkan performa game, melainkan masalah finansial di level induk perusahaan, Nacon. Kondisi ini menempatkan Spiders dalam situasi paling genting sepanjang sejarah operasionalnya.
“Baca Juga: Steam Deck 2 Dikembangkan, Valve Tunda Rilis Demi Kualitas”
Sebagai anak perusahaan Nacon, Spiders ikut terdampak ketika perusahaan induk tersebut mengalami kesulitan keuangan serius. Nacon bahkan harus mengajukan proses hukum di pengadilan Prancis untuk menangani kewajiban pembayaran utang. Dalam proses tersebut, sejumlah divisi utama, termasuk Spiders, masuk ke tahap redressement judiciaire. Tahap ini merupakan mekanisme hukum untuk restrukturisasi perusahaan di bawah pengawasan pengadilan. Seluruh proses ini diawasi oleh administrator independen yang bertugas menyusun rencana penyelamatan grup.
Upaya Penjualan Spiders Gagal Menarik Investor Hingga April 2026
Sebagai bagian dari strategi pemulihan, Nacon mencoba menjual beberapa unit bisnis yang mengalami tekanan, termasuk Spiders dan Nacon Tech. Target penjualan ditetapkan sebelum pertengahan April 2026. Langkah ini diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi kas perusahaan secara cepat.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Hingga batas waktu yang ditentukan, tidak ada investor yang mengajukan penawaran untuk mengakuisisi Spiders. Padahal, studio ini memiliki rekam jejak panjang di industri game Eropa. Spiders pernah bekerja sama dengan Focus Home Interactive dan Cyanide, serta mengembangkan identitas kreatifnya melalui Mars War Logs sejak 2013. Kegagalan menarik investor menjadi sinyal kuat bahwa kondisi internal dan eksternal perusahaan dinilai terlalu berisiko oleh pasar.
Proses Likuidasi Menguat dan Ancaman PHK Massal Mengintai
Dengan tidak adanya pembeli, administrator yang menangani kasus ini dikabarkan akan meminta pengadilan niaga untuk mengubah status Spiders menjadi likuidasi. Langkah ini dinilai sebagai formalitas dalam tahap akhir proses hukum. Jika disetujui, maka perusahaan akan dibubarkan dan asetnya dijual untuk membayar utang.
Data dari lembaga France Stratégie menunjukkan bahwa sekitar 67 persen perusahaan yang memasuki tahap pengawasan pengadilan berakhir dengan likuidasi. Statistik ini memperkuat kemungkinan bahwa Spiders akan mengikuti jalur serupa. Dalam hukum Prancis, setelah keputusan likuidasi ditetapkan, proses pemutusan hubungan kerja harus dilakukan dalam waktu sekitar dua minggu.
Di dalam studio, suasana kerja telah berubah drastis. Aktivitas pengembangan game praktis berhenti. Para karyawan kini fokus memperbarui CV dan mencari peluang kerja baru. Dewan kerja bahkan mengatur penjualan peralatan kantor kepada karyawan. Kegiatan internal yang biasanya bersifat santai berubah menjadi momen perpisahan untuk perjalanan panjang studio.
Ambisi Proyek Besar Spiders Terhenti di Tengah Jalan
Beberapa tahun terakhir, Spiders berada dalam fase kreatif yang ambisius. Setelah diakuisisi Bigben Interactive pada 2019, studio ini menjadi bagian penting dari pembentukan label Nacon. Dalam periode tersebut, Spiders berhasil merilis Steelrising, sebuah action RPG dengan latar Revolusi Prancis yang mendapat perhatian luas.
Studio ini juga sempat mengerjakan dua proyek sekaligus untuk pertama kalinya. Salah satunya adalah proyek berlisensi dengan kode nama Dark, serta pengembangan GreedFall 2 sebagai sekuel dari game sebelumnya. Namun, proyek Dark dibatalkan pada tahun lalu, yang menjadi titik balik bagi kondisi internal studio.
Setelah pembatalan tersebut, seluruh sumber daya dialihkan untuk menyelesaikan GreedFall 2 dan menyiapkan proposal proyek baru. Sekitar 70 karyawan terlibat dalam fase pra-produksi hingga akhirnya aktivitas dihentikan sepenuhnya. Perkembangan ini menunjukkan bahwa ambisi besar studio tidak dapat bertahan di tengah tekanan finansial yang meningkat.
“Baca Juga: Dimensity 7450 Series Resmi, Fokus Konektivitas Lebih Cepat”
Perubahan Internal dan Tekanan Industri Perburuk Posisi Studio
Selain faktor finansial, Spiders juga menghadapi tantangan internal yang signifikan. Kondisi kerja di studio sempat menjadi sorotan serikat pekerja STJV yang menilai adanya masalah dalam manajemen dan komunikasi. Situasi ini menambah tekanan bagi tim pengembang di tengah tuntutan produksi.
Pada 2023, terjadi pergantian kepemimpinan di tingkat studio. Jehanne Rousseau, yang lama menjadi figur kreatif utama, digantikan oleh Anne Devouassoux. Pergantian ini disertai reorganisasi kerja yang dinilai belum mampu mengimbangi kebutuhan dua proyek besar secara bersamaan.
Kombinasi antara tekanan produksi, perubahan internal, dan krisis finansial di tingkat grup membuat posisi Spiders semakin rapuh. Hingga kini, pihak Nacon belum memberikan pernyataan resmi terkait masa depan studio tersebut. Bagi industri game, potensi penutupan Spiders menjadi kehilangan signifikan bagi segmen AA Eropa. Sementara bagi para pengembangnya, fokus kini bergeser dari pengembangan game menuju keberlangsungan karier di industri yang semakin kompetitif.




Leave a Reply