Dalat Wine – Pihak berwenang Inggris berhasil menangkap empat tersangka yang diduga sebagai pelaku serangan siber terhadap tiga toko ritel besar di Inggris. Ketiga toko tersebut adalah Mark & Spencer, Co-op, dan Harrods. Serangan ini menyebabkan gangguan serius pada sistem IT dan kerugian finansial yang besar bagi ketiga perusahaan. Dalam operasi penangkapan, polisi juga menyita perangkat elektronik yang digunakan dalam aksi peretasan ini.
“Baca Juga: Xiaomi Siapkan NAS Inovatif, Resmi Dirilis Akhir 2025″
RINCIAAN SERANGAN HACKER TERHADAP MARK & SPENCER DAN CO-OP
Mark & Spencer menjadi target pertama serangan hacker yang menyebabkan pencurian data pribadi pelanggan dan staf. Beberapa hari setelah itu, Co-op juga mengalami serangan serupa. Hacker menyusup melalui jaringan internet dan menyebarkan ransomware yang mengunci sistem IT kedua toko. Akibatnya, toko online M&S dan Co-op harus tutup selama lebih dari satu bulan, menyebabkan kerugian besar yang diperkirakan mencapai 300 juta Euro. Ketua M&S menyebut serangan ini berupaya menghancurkan bisnis mereka.
UPAYA PENCEGAHAN DAN DAMPAK SERANGAN TERHADAP HARRODS
Setelah M&S dan Co-op mengalami serangan, Harrods juga mengonfirmasi menjadi sasaran serangan siber. Namun, toko barang mewah ini mengambil langkah preventif dengan memutus koneksi sistem IT mereka dari internet. Langkah ini mencegah hacker memperburuk gangguan lebih lanjut dan membatasi dampak serangan pada operasi bisnis mereka. Meskipun demikian, insiden ini tetap menimbulkan kekhawatiran serius terkait keamanan data dan operasional perusahaan, terutama dalam hal perlindungan informasi pelanggan dan kelangsungan layanan di tengah meningkatnya ancaman siber global. Harrods kini fokus memperkuat sistem keamanan dan berkoordinasi dengan otoritas untuk menangani insiden ini.
PENYELIDIKAN DAN TINDAKAN HUKUM OLEH NATIONAL CRIME AGENCY (NCA)
National Crime Agency (NCA) Inggris aktif menyelidiki kasus ini dan mengungkap identitas pelaku. Dari hasil penyelidikan, empat tersangka ditangkap, termasuk satu yang masih berusia 17 tahun. Keempatnya kini menghadapi dakwaan atas pelanggaran penyalahgunaan komputer, pemerasan, pencucian uang, dan keterlibatan dalam kejahatan terorganisasi. Perwakilan NCA menegaskan komitmen mereka untuk memastikan para pelaku bertanggung jawab penuh. Selain itu, NCA juga tengah bekerja sama dengan pihak internasional untuk mengantisipasi kemungkinan jaringan kriminal yang lebih luas dan mencegah serangan serupa di masa depan. Proses penyidikan terus berjalan dengan fokus pada pemulihan data dan perlindungan keamanan siber nasional.
“Baca Juga: Alexandr Wang Resmi Pimpin Tim Super AI Meta”
IMPLIKASI SERANGAN HACKER TERHADAP INDUSTRI RITEL DAN KEAMANAN SIBER
Serangan ransomware ini menyoroti kerentanan keamanan siber di sektor ritel Inggris yang mengandalkan sistem digital. Dampak kerugian finansial dan gangguan layanan mendorong perusahaan ritel meningkatkan investasi keamanan siber. Kasus ini juga menjadi peringatan penting bagi bisnis lain untuk memperkuat proteksi data pelanggan dan sistem operasi mereka dari ancaman serangan siber di masa depan.




Leave a Reply