Jepang Catat Rekor Internet Dunia dengan Kecepatan 1,02 Pbps

Jepang Catat Rekor Internet Dunia dengan Kecepatan 1,02 Pbps

Dalat Wine  Jepang resmi mencatat sejarah baru dalam teknologi internet global. Peneliti dari National Institute of Information and Communications Technology (NICT) bersama Sumitomo Electric berhasil mentransmisikan data dengan kecepatan 1,02 petabits per detik. Kecepatan ini dicapai menggunakan kabel serat optik 19-inti sepanjang 1.800 kilometer. Pencapaian ini melampaui rekor dunia sebelumnya dan mengukuhkan posisi Jepang di garis depan inovasi jaringan berkecepatan tinggi.

“Baca Juga: Eksperimen Ungkap Sisi Gelap AI: Bisa Manipulatif dan Agresif”

Sebagai perbandingan, kecepatan ini hampir 3,5 juta kali lebih cepat dari rata-rata internet di Amerika Serikat. Bahkan, kecepatannya 8 miliar kali lipat dibanding rata-rata kecepatan internet di Indonesia. Dalam praktiknya, kecepatan ini mampu mentransfer lebih dari satu juta gigabit setiap detik, membuka potensi baru untuk infrastruktur data global.

Teknologi Serat Optik 19-Inti Buka Jalan Bagi Era 6G dan Kabel Laut Baru

Para peneliti menggunakan kabel serat optik dengan 19 inti (core) sebagai tulang punggung transmisi data berkecepatan tinggi ini. Tidak seperti percobaan eksperimental lainnya, rekor ini berhasil dicapai menggunakan kabel standar sejauh 51,7 kilometer. Ini membuktikan bahwa teknologinya sudah mendekati tahap implementasi nyata.

Keberhasilan ini menjadi dasar kuat bagi pengembangan jaringan 6G dan pembangunan sistem kabel laut generasi berikutnya. Infrastruktur semacam ini memungkinkan pertukaran data antarnegara secara instan, seperti pusat data di Tokyo beroperasi seolah berada di Los Angeles. Teknologi ini juga dapat mendukung layanan berbasis latensi rendah seperti kendaraan otonom, aplikasi AI generatif, dan komputasi awan lintas benua.

Kecepatan yang Mampu Unduh Netflix dan Steam Seketika

Untuk memberikan gambaran yang lebih konkret, kecepatan 1,02 petabits per detik memungkinkan seseorang mengunduh seluruh katalog Netflix atau Steam hanya dalam hitungan detik. Jaringan ini juga dapat digunakan untuk streaming 10 juta video 8K secara bersamaan tanpa buffering.

Dengan kapasitas seperti itu, pengiriman konten digital dalam skala besar tidak lagi menjadi hambatan. Dunia hiburan, layanan cloud, dan riset ilmiah berskala besar bisa berkembang tanpa terbatas oleh infrastruktur jaringan saat ini. Bahkan, musik selama ratusan ribu tahun dapat diunduh hanya dalam hitungan detik.

Belum untuk Rumah Tangga, Tapi Masa Depan Sudah Jelas

Meski memecahkan rekor dunia, teknologi ini belum tersedia bagi konsumen rumah tangga. Kecepatan internet yang dinikmati masyarakat umum saat ini masih berkisar di angka gigabit per detik. Namun, pencapaian laboratorium ini menunjukkan arah perkembangan teknologi jaringan global.

Para ahli meyakini bahwa teknologi ini bisa menjadi standar di masa depan, menggantikan infrastruktur Gbps yang kini digunakan di perumahan dan perkantoran. Buffering kemungkinan besar akan menjadi kenangan, dan kecepatan luar biasa akan mendukung kebutuhan data nasional hingga global.

“Baca Juga: AOC Perkenalkan Monitor Gaming Ultrawide 240Hz, Harga Ramah”

Jepang Perkuat Posisi Sebagai Pemimpin Teknologi Internet Dunia

Dengan keberhasilan ini, Jepang mempertegas peranannya sebagai pemimpin global dalam riset dan pengembangan teknologi internet masa depan. Investasi jangka panjang di sektor telekomunikasi dan riset optik mulai membuahkan hasil konkret.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan Jepang menghadapi era konektivitas ultra-cepat. Dunia kini menyaksikan awal dari revolusi baru dalam kecepatan dan kapasitas jaringan yang dapat mengubah cara manusia berinteraksi secara digital. Jepang telah membuka jalan bagi dunia yang lebih cepat, lebih besar, dan lebih terhubung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *