Dalat Wine – Ubisoft dikabarkan melakukan perubahan besar pada proyek Assassin’s Creed Hexe. Langkah ini mencakup pergantian pimpinan proyek dan pemindahan puluhan staf pengembang. Kebijakan tersebut muncul saat perusahaan menghadapi tekanan bisnis yang tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Ubisoft juga disebut lebih berhati-hati dalam mengambil risiko kreatif. Kondisi itu mendorong evaluasi terhadap sejumlah proyek penting. Assassin’s Creed Hexe menjadi salah satu judul yang terdampak langsung. Perubahan ini menunjukkan Ubisoft ingin memastikan proyek tetap efisien. Selain itu, perusahaan tampak ingin menjaga jadwal rilis utama tetap realistis. Keputusan tersebut menarik perhatian karena Hexe adalah bagian penting dari masa depan waralaba Assassin’s Creed. Banyak penggemar menantikan arah baru seri ini sejak diumumkan. Kini, arah pengembangannya justru mengalami penyesuaian besar.
“Baca Juga: Iran Ulangi Serangan ke Kapal Kargo di Hormuz”
Sekitar 50 Pengembang Dipindahkan ke Divisi Internal
Laporan menyebut sekitar 50 anggota tim Hexe telah dilepas dari proyek aktif. Mereka kemudian dipindahkan ke Interproject Ubisoft. Divisi ini dikenal sebagai tempat penampungan staf tanpa proyek utama. Situasi tersebut dianggap sensitif di lingkungan internal perusahaan. Sumber internal menyebut staf harus menemukan penempatan baru dalam tiga bulan. Jika gagal, mereka berisiko menghadapi pemutusan hubungan kerja. Langkah ini memperlihatkan Ubisoft sedang menata ulang sumber daya manusia. Perusahaan tampaknya ingin mengalihkan tenaga kerja ke proyek yang lebih prioritas. Pemindahan massal seperti ini jarang terjadi tanpa alasan strategis besar. Karena itu, kabar ini menimbulkan spekulasi tentang kondisi internal studio. Meski begitu, belum ada pernyataan resmi rinci dari Ubisoft. Publik hanya mengetahui informasi melalui laporan sumber internal. Hal itu membuat perhatian tertuju pada masa depan Hexe dan tim pengembangnya.
Perubahan Arah Desain dan Hilangnya Unsur Sihir
Perombakan tim juga diikuti perubahan konsep permainan. Jean Guesdon, yang kini mengawasi seri Assassin’s Creed, disebut memimpin penyesuaian arah Hexe. Fitur pendamping kucing dilaporkan telah dihapus. Tema sihir yang sebelumnya direncanakan juga tidak lagi dipakai. Sebagai gantinya, Hexe akan memakai pendekatan yang lebih realistis. Unsur supranatural diganti dengan penjelasan berbasis ilmu pengetahuan. Tokoh utama digambarkan memahami kimia dan teknik ilusi. Pengetahuan itu dipakai untuk menciptakan efek yang terlihat seperti sihir. Contohnya adalah penggunaan bom asap untuk menghilang dari pandangan musuh. Pendekatan ini masih memberi nuansa misterius. Namun, fondasinya dibuat lebih masuk akal. Strategi tersebut sejalan dengan gaya Ubisoft yang sering menghubungkan mitos dengan logika. Perubahan ini dapat memengaruhi identitas game secara keseluruhan. Penggemar kini menunggu bagaimana konsep baru itu diterapkan.
Dua Pimpinan Proyek Tinggalkan Assassin’s Creed Hexe
Perubahan besar lainnya terjadi pada jajaran kepemimpinan proyek. Game Director Benoit Richer dilaporkan meninggalkan Hexe. Kepergian itu terjadi dua bulan setelah Creative Director Clint Hocking keluar. Pergantian dua tokoh penting dalam waktu singkat cukup signifikan. Biasanya, posisi tersebut menentukan visi kreatif dan eksekusi produksi. Benoit Richer kemudian mengumumkan langkah baru melalui media sosial. Ia menyatakan telah mendirikan studio independen bernama Servo Games. Di studio baru itu, ia akan menjabat sebagai Game Director. Kepindahan ini menandai babak baru kariernya di industri game. Sementara itu, Ubisoft harus mengisi kekosongan kepemimpinan proyek. Pergantian mendadak sering menimbulkan tantangan koordinasi tim. Terutama pada proyek besar dengan target rilis global. Karena itu, perubahan struktur ini berpotensi memengaruhi ritme pengembangan Hexe ke depan.
“Baca Juga: Ubisoft Hentikan Proyek Alterra Setelah Tiga Tahun”
Jadwal Rilis Juni 2027 Terancam Mundur
Saat ini Assassin’s Creed Hexe masih dijadwalkan rilis pada Juni 2027. Namun, sumber internal menyebut jadwal itu bisa berubah. Pemangkasan sekitar 50 pengembang disebut bertujuan menjaga anggaran proyek. Langkah penghematan biasanya berdampak pada kecepatan produksi. Jika sumber daya berkurang, proses pengembangan dapat melambat. Karena itu, peluang penundaan menjadi cukup masuk akal. Laporan menyebut Ubisoft mungkin menggeser peluncuran ke musim liburan 2027. Periode akhir tahun memang sering dipilih untuk rilis game besar. Momentum belanja global juga lebih kuat pada masa tersebut. Meski demikian, keputusan akhir belum diumumkan resmi. Ubisoft masih memiliki waktu untuk menyesuaikan strategi produksi. Nasib Hexe akan bergantung pada stabilitas tim baru. Jika restrukturisasi berjalan lancar, proyek bisa kembali sesuai rencana. Jika tidak, penundaan tampaknya sulit dihindari.




Leave a Reply