Update Windows 11 Picu Masalah SSD, Microsoft Angkat Bicara

Update Windows 11 Picu Masalah SSD, Microsoft Angkat Bicara

Dalat Wine  Permasalahan terkait pembaruan Windows 11 kembali mencuat. Kali ini, update KB5063878 yang dirilis Microsoft pada Agustus 2025 diduga menyebabkan kerusakan pada SSD milik sebagian pengguna, terutama di Jepang. Komunitas teknologi dan pengguna Windows pun dibuat waswas karena masalah ini tampaknya semakin meluas.

“Baca Juga: Konten AI Pengantar Tidur di YouTube Raup Jutaan Views”

Laporan awal dari forum komunitas dan media sosial menunjukkan adanya penurunan performa signifikan hingga kegagalan sistem booting setelah pengguna menginstal update tersebut. Beberapa korban mengaku kehilangan data penting dan harus mengganti perangkat penyimpanan mereka. Spekulasi pun berkembang bahwa pembaruan tersebut mungkin membawa bug yang memengaruhi manajemen penyimpanan sistem.

Microsoft Bantah Keterkaitan Update Dengan Kerusakan SSD

Menanggapi kekhawatiran publik, Microsoft akhirnya buka suara. Dalam pernyataan resminya yang dikutip dari WindowsLatest, perusahaan menyatakan tidak menemukan bukti adanya kaitan langsung antara update KB5063878 dan kerusakan SSD pengguna.

“Setelah kami telusuri lebih lanjut, kami tidak menemukan keterkaitan antara update yang kami luncurkan pada bulan Agustus 2025 terhadap bermacam jenis penyimpanan yang beredar di media sosial. Tentu saja, kami tetap akan memantau umpan balik dari para pengguna pasca peluncuran update yang kami jadwalkan,” terang Microsoft melalui kanal resmi mereka.

Pernyataan tersebut justru menimbulkan kontroversi di kalangan pengguna. Banyak yang merasa Microsoft seolah mengabaikan laporan lapangan yang terus bertambah setiap harinya. Beberapa teknisi bahkan mulai melakukan investigasi independen terkait masalah ini.

Pengguna Didorong Melapor Lewat Feedback Hub

Sebagai bentuk tanggung jawab, Microsoft menganjurkan pengguna yang mengalami masalah untuk segera mengirimkan laporan melalui Feedback Hub, platform umpan balik resmi dari perusahaan. Melalui kanal ini, teknisi Microsoft dapat mengumpulkan log sistem dan menganalisis akar masalah secara lebih mendalam.

Namun, sebagian pengguna menganggap langkah ini belum cukup cepat menangani kerusakan yang terlanjur terjadi. Beberapa laporan menyebutkan bahwa SSD dari merek seperti Samsung, Western Digital, dan Crucial termasuk yang paling sering dilaporkan mengalami masalah.

“Baca Juga: Changan Deepal S07 Resmi Terdaftar di NJKB”

Komunitas Teknologi Minta Microsoft Lakukan Audit Update

Meningkatnya jumlah laporan mendorong komunitas teknologi untuk meminta Microsoft melakukan audit menyeluruh terhadap pembaruan KB5063878. Mereka khawatir bahwa masalah ini lebih besar daripada yang terlihat dan bisa menjadi preseden buruk untuk pembaruan sistem di masa depan.

Beberapa pakar keamanan siber juga menyarankan agar pengguna menunda pembaruan non-kritis hingga ada kejelasan dari pihak Microsoft. Selain itu, mereka menekankan pentingnya melakukan backup rutin sebagai langkah mitigasi.

Hingga artikel ini ditulis, Microsoft belum mengumumkan revisi atau rollback terhadap update KB5063878. Jika laporan terus bermunculan, tekanan kepada perusahaan untuk segera bertindak akan semakin besar.

Kejadian ini mempertegas pentingnya pengujian menyeluruh sebelum distribusi pembaruan sistem. Microsoft diharapkan segera menggelar investigasi terbuka, bekerja sama dengan produsen perangkat keras, serta memberikan opsi pemulihan bagi pengguna yang terdampak.

Bagi pengguna Windows 11, disarankan untuk memeriksa kesehatan SSD secara berkala dan berhati-hati sebelum menginstal update terbaru. Pemantauan terhadap pembaruan sistem harus dilakukan lebih cermat agar insiden serupa tidak terulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *