Steam Machine Targetkan 30 FPS 1080p untuk Machine Verified

Steam Machine Targetkan 30 FPS 1080p untuk Machine Verified

Dalat Wine  Valve memanfaatkan ajang Game Developers Conference di San Francisco tahun ini untuk memaparkan rencana besar ekosistem perangkat keras Steam. Presentasi tersebut memberi gambaran tentang arah pengembangan perangkat generasi berikutnya. Valve menjelaskan berbagai syarat teknis agar game bisa mendapatkan status verifikasi pada perangkat Steam masa depan.

“Baca Juga: Samsung Siapkan OneUI 8.5 untuk Lebih Banyak Galaxy”

Pembahasan tidak lagi hanya berfokus pada Steam Deck. Perusahaan juga memperkenalkan dua perangkat baru yang sedang disiapkan. Perangkat tersebut adalah Steam Machine generasi baru dan headset realitas virtual bernama Steam Frame.

Dalam sesi tersebut, Valve menekankan pentingnya kesiapan pengembang menghadapi ekosistem SteamOS yang terus berkembang. Perusahaan ingin memastikan game yang dirilis tetap kompatibel dengan perangkat baru. Pendekatan ini dianggap penting karena semakin banyak pemain menggunakan perangkat Steam di luar PC tradisional.

Steam Machine Disebut Enam Kali Lebih Kuat dari Steam Deck

Valve menjelaskan bahwa proses verifikasi game untuk Steam Machine relatif sederhana. Jika sebuah game sudah terverifikasi pada Steam Deck, peluang verifikasi di Steam Machine juga tinggi. Namun ada satu syarat tambahan yang perlu dipenuhi oleh pengembang.

Game harus mampu berjalan pada performa minimal 30 frame per detik. Target tersebut berlaku pada resolusi 1080p. Valve menyebut standar ini realistis karena perangkat keras Steam Machine jauh lebih kuat dibanding Steam Deck.

Dalam presentasi tersebut, Valve mengindikasikan bahwa performa perangkat baru bisa mencapai enam kali lipat lebih kuat. Hal ini memberi ruang lebih besar bagi game modern untuk berjalan stabil. Walau begitu, perusahaan tetap memilih target konservatif agar kompatibilitas tetap luas.

Target 30 fps mungkin terlihat rendah bagi sebagian pemain PC modern. Namun Valve menilai angka tersebut cukup untuk menjamin stabilitas awal. Setelah itu, pengembang atau pemain dapat memanfaatkan teknologi peningkatan performa tambahan.

Valve Tidak Mengharuskan Upscaling atau Frame Generation

Menariknya, Valve tidak menyebutkan teknologi upscaling dalam persyaratan verifikasi awal. Teknologi seperti frame generation juga tidak menjadi bagian dari syarat resmi. Artinya, target 30 fps kemungkinan mengacu pada performa native.

Pendekatan ini memberikan tolok ukur yang jelas bagi pengembang. Jika game mampu mencapai 30 fps secara native, pengalaman bermain dianggap cukup stabil. Setelah itu, teknologi tambahan dapat meningkatkan performa lebih lanjut.

Valve menjelaskan bahwa banyak game modern dibatasi oleh kinerja GPU. Dalam kondisi tersebut, teknologi upscaling masih dapat membantu meningkatkan frame rate. Namun teknologi tersebut tidak dijadikan syarat verifikasi dasar.

Langkah ini menunjukkan Valve ingin menjaga standar verifikasi tetap sederhana. Pengembang tidak perlu bergantung pada teknologi tertentu untuk mendapatkan status kompatibilitas.

Standar Kontrol Steam Machine Mengikuti Steam Deck

Persyaratan kontrol untuk Steam Machine sebagian besar mengikuti standar Steam Deck. Game tetap harus mendukung penggunaan controller secara optimal. Hal ini penting karena semakin banyak pemain menggunakan controller di platform PC.

Namun ada satu perbedaan penting antara kedua perangkat tersebut. Steam Machine dirancang untuk digunakan dengan monitor atau televisi berukuran besar. Karena itu Valve tidak menetapkan standar khusus terkait keterbacaan teks kecil.

Pada Steam Deck, ukuran layar yang kecil membuat keterbacaan teks menjadi faktor penting. Pengembang biasanya harus menyesuaikan antarmuka agar tetap jelas. Pada Steam Machine, kebutuhan tersebut tidak lagi menjadi prioritas utama.

Perubahan ini menunjukkan perbedaan pendekatan desain perangkat. Steam Deck berfokus pada pengalaman portabel. Sementara Steam Machine lebih ditujukan untuk pengalaman bermain di ruang keluarga.

“Baca Juga: vivo Y51 Pro 5G Debut dengan Baterai 7.200 mAh”

Steam Frame dan Persyaratan Performa Tinggi untuk Game VR

Selain Steam Machine, Valve juga memperkenalkan perangkat VR baru bernama Steam Frame. Perangkat ini dirancang untuk mendukung pengalaman realitas virtual generasi berikutnya. Valve menerapkan pendekatan berbeda untuk proses verifikasinya.

Game yang dijalankan melalui streaming dari PC tidak memerlukan verifikasi khusus. Hal ini karena game tetap berjalan langsung di komputer pengguna. Headset hanya berfungsi sebagai perangkat tampilan dan kontrol.

Namun Valve juga menyiapkan fitur stand-alone play. Fitur ini memungkinkan headset menjalankan game secara mandiri menggunakan chip Arm. Dalam mode ini, persyaratan performa menjadi lebih ketat.

Game VR harus mampu berjalan pada 90 frame per detik agar mendapatkan status verifikasi. Target ini penting untuk menjaga kenyamanan pengguna VR. Frame rate rendah dapat menyebabkan rasa tidak nyaman saat bermain.

Sementara itu, aplikasi atau game 2D memiliki standar berbeda. Game jenis ini cukup mencapai performa 30 fps pada resolusi 720p.

Valve juga memberikan beberapa rekomendasi penting kepada pengembang. Salah satu yang paling ditekankan adalah dukungan mode offline sejak awal permainan. Perusahaan menilai fitur ini penting untuk perangkat Steam portabel.

Valve juga menyarankan optimalisasi untuk perangkat dengan spesifikasi lebih rendah. Pendekatan tersebut dapat memperluas jangkauan pemain secara signifikan. Dengan strategi ini, Valve berharap ekosistem SteamOS terus berkembang di berbagai jenis perangkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *