Pernyataan Dubes AS: Israel Berhak Kuasai Timur Tengah

Pernyataan Dubes AS: Israel Berhak Kuasai Timur Tengah

Dalat Wine  Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, memicu kontroversi internasional melalui pernyataannya mengenai klaim wilayah Israel. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan komentator politik Tucker Carlson. Wawancara itu berlangsung di Bandara Ben Gurion pada Rabu dan ditayangkan pada Jumat. Media trtworld melaporkan pernyataan tersebut pada Minggu, 22 Februari 2026. Dalam percakapan itu, Huckabee menyatakan Israel memiliki hak berdasarkan Alkitab untuk mengklaim wilayah luas di Timur Tengah. Ia merujuk pada kitab Kejadian pasal 15 yang menyebut wilayah dari Sungai Nil hingga Sungai Efrat. Huckabee menegaskan bahwa klaim tersebut sah secara teologis. Pernyataan itu langsung memicu perdebatan luas di tingkat global. Banyak pihak menilai pernyataan tersebut berpotensi memperkeruh konflik kawasan. Posisi Huckabee sebagai pejabat diplomatik AS menambah sensitivitas pernyataan tersebut.

“Baca Juga: Tiga Wearable AI Tengah Disiapkan Apple”

Tafsir Kitab Kejadian dan Cakupan Wilayah yang Diperdebatkan

Dalam wawancara tersebut, Tucker Carlson mengajukan pertanyaan mengenai tafsir Kejadian 15. Ayat itu menyebut janji Tuhan kepada Abraham mengenai wilayah yang luas. Carlson menyebut wilayah tersebut membentang dari Sungai Nil hingga Sungai Efrat. Ia bertanya apakah Israel berhak menguasai seluruh wilayah itu berdasarkan “akta asli.” Huckabee menjawab bahwa tidak ada masalah jika Israel mengambil seluruh wilayah tersebut. Wilayah yang dimaksud mencakup Palestina, Lebanon, Suriah, Yordania, serta sebagian Arab Saudi dan Irak. Pernyataan ini dianggap sangat kontroversial oleh banyak pengamat. Klaim tersebut dinilai melampaui batas politik internasional modern. Huckabee kemudian menambahkan bahwa pemerintah Israel saat ini tidak berupaya memperluas wilayah hingga batas tersebut. Ia menekankan pernyataannya bersifat keyakinan teologis, bukan kebijakan resmi. Meski demikian, implikasi politik dari pernyataan itu tetap menjadi sorotan.

Perdebatan Hak Historis dan Asal Usul Penduduk Wilayah

Wawancara itu berkembang menjadi perdebatan mengenai hak historis dan nasional. Carlson mempertanyakan dasar klaim Israel atas wilayah tersebut. Ia menyoroti latar belakang banyak pemimpin Israel modern. Menurut Carlson, sejumlah pemimpin memiliki akar keluarga dari Eropa Timur. Ia menyebut negara seperti Latvia dan Polandia sebagai contoh. Carlson mempertanyakan bagaimana memastikan leluhur tokoh seperti Benjamin Netanyahu pernah tinggal di wilayah tersebut. Ia juga mengangkat hasil pengujian genetik terhadap keluarga Palestina. Penelitian tersebut menunjukkan sebagian keluarga Palestina telah tinggal di wilayah itu selama ribuan tahun. Huckabee menolak argumen berbasis genetika tersebut. Ia menyatakan hubungan alkitabiah, historis, dan etnis sudah cukup kuat. Huckabee juga merujuk pada temuan arkeologi. Ia menyebut penggalian di Kota Daud sebagai bukti kesinambungan sejarah Yahudi. Dengan nada simbolik, ia mengatakan bahwa “batu-batu itu berseru.” Pernyataan ini memperlihatkan pendekatan keyakinan dalam melihat sejarah.

Klaim Korban Sipil dan Perdebatan Data Kemanusiaan Gaza

Percakapan kemudian beralih ke situasi kemanusiaan di Gaza. Huckabee mengklaim militer Israel menjaga proporsi korban sipil tetap rendah. Ia membandingkannya dengan konflik perkotaan modern lainnya. Namun, ia tidak memberikan angka konkret ketika diminta Carlson. Huckabee menyebut angka korban dari Kementerian Kesehatan Gaza sekitar 60.000 orang. Menurutnya, rasio antara militan dan warga sipil tetap menunjukkan tingkat kemanusiaan tinggi. Carlson membantah klaim tersebut secara langsung. Ia mempertanyakan dasar data yang digunakan Huckabee. Sejumlah studi independen kemudian menjadi rujukan dalam perdebatan ini. Salah satunya penelitian dalam jurnal The Lancet Global Health. Studi tersebut memperkirakan lebih dari 75.000 warga Palestina tewas dalam 15 bulan pertama konflik. Angka ini lebih tinggi dari data resmi sebelumnya. Penelitian itu juga menyebut perempuan, anak-anak, dan lansia mencakup 56,2 persen korban. Data tersebut memperkuat kritik terhadap klaim kemanusiaan yang disampaikan Huckabee.

“Baca Juga: vivo V70 Elite Hadir, Spesifikasi Lebih Tinggi”

Reaksi Keras atas Pernyataan tentang Anak di Bawah Umur

Dalam wawancara tersebut, Huckabee juga membela tindakan militer Israel terhadap individu di bawah umur. Ia menyebut tindakan itu sah jika mereka dianggap mendukung Hamas. Ia juga menyatakan hal serupa jika mereka dinilai melawan Israel. Pernyataan ini memicu respons keras dari Carlson. Carlson menyatakan penolakannya secara tegas. Ia mengatakan tidak akan membunuh anak-anak dalam kondisi apa pun. Ia juga menolak mencari pembenaran atas tindakan tersebut. Pernyataan Carlson menjadi penutup paling emosional dalam wawancara itu. Secara keseluruhan, wawancara ini kembali menyoroti pengaruh keyakinan teologis dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Pernyataan Huckabee menimbulkan kekhawatiran akan bias ideologis dalam diplomasi. Perdebatan ini juga menunjukkan kompleksitas konflik Israel dan Palestina. Ke depan, pernyataan pejabat publik seperti ini diperkirakan akan terus memicu respons internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *