Dalat Wine – Korps Garda Revolusi Islam Iran mengklaim menembak jatuh drone bunuh diri LUCAS buatan Amerika Serikat. Klaim ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran, Washington, dan Israel dalam beberapa waktu terakhir. Pernyataan tersebut disampaikan melalui media resmi Iran yang menyoroti keberhasilan sistem pertahanan mereka menghadapi teknologi militer terbaru.
“Baca Juga: OPPO Pad Mini Bocor, Usung Performa Tinggi di Tablet Mini”
Laporan menyebutkan insiden terjadi pada Senin, 23 Maret 2026. IRGC menyatakan bahwa dua unit drone berhasil dilumpuhkan dalam operasi tersebut. Dengan tambahan ini, total drone milik Amerika Serikat yang diklaim telah dijatuhkan mencapai 131 unit. Informasi ini belum dikonfirmasi oleh pihak Amerika Serikat.
Video Fars Tampilkan Bukti Visual Drone yang Dijatuhkan
Kantor berita Fars merilis video yang memperlihatkan sebuah drone berwarna hitam tergeletak di tanah. Bentuk drone tersebut tampak memiliki sayap delta dengan moncong pendek dan propeler tunggal di bagian belakang. Karakteristik ini memperlihatkan kemiripan kuat dengan drone Shahed-136 milik Iran.
Dalam video tersebut, narasi yang disampaikan menegaskan bahwa drone itu adalah LUCAS. IRGC mengklaim keberhasilan ini sebagai bukti kemampuan sistem pertahanan mereka dalam menghadapi ancaman udara modern. Namun, tidak ada verifikasi independen terkait identitas drone yang ditampilkan dalam rekaman tersebut.
LUCAS Disebut Tiruan Drone Shahed-136 yang Efektif di Medan Konflik
Drone LUCAS disebut sebagai upaya Amerika Serikat menyaingi teknologi drone murah milik Iran. Shahed-136 dikenal luas karena efektivitasnya dalam berbagai konflik, termasuk di wilayah Rusia dan ketegangan dengan Israel. Drone ini sering digunakan dalam serangan saturasi yang membanjiri sistem pertahanan udara lawan.
Biaya produksi Shahed-136 yang relatif rendah menjadi salah satu keunggulan utamanya. Dengan harga sekitar USD 20.000, drone ini mampu memaksa lawan menggunakan sistem pertahanan mahal. Hal ini menciptakan ketidakseimbangan biaya dalam peperangan modern.
Spesifikasi LUCAS: Jangkauan 2.000 Km dan Muatan Besar
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa drone LUCAS dikembangkan oleh SpektreWorks bersama militer Amerika Serikat. Drone ini dirancang dengan spesifikasi yang menyerupai Shahed-136. LUCAS dikabarkan mampu membawa muatan peledak hingga 90 kilogram.
Selain itu, drone ini memiliki jangkauan operasional hingga 2.000 kilometer. Kemampuan tersebut menjadikannya alat strategis untuk operasi jarak jauh. Harga produksi LUCAS diperkirakan sekitar USD 35.000, yang masih tergolong rendah untuk standar militer Amerika Serikat.
“Baca Juga: POCO X8 Pro & Pro Max Debut dengan Performa Flagship”
Dampak Strategis dan Persaingan Teknologi Drone Murah Global
Perkembangan drone murah seperti Shahed-136 dan LUCAS mencerminkan perubahan dalam strategi perang modern. Negara-negara kini berlomba mengembangkan teknologi yang efektif namun berbiaya rendah. Strategi ini memungkinkan serangan dalam jumlah besar dengan tekanan ekonomi minimal.
Klaim Iran atas penembakan drone LUCAS menunjukkan dinamika persaingan teknologi antara kedua negara. Namun, tanpa konfirmasi independen, klaim tersebut perlu ditinjau secara hati-hati. Ke depan, penggunaan drone murah diperkirakan akan semakin dominan dalam konflik global, terutama dalam skenario perang asimetris.




Leave a Reply